Bonus demografi jadi semakin populer sejak istilamh ini muncul dalam debat cawapres antara Yusuf Kalla dan Hata Rajasa ada musim pemilu. Masyarakat awam yang tidak begitu paham istilah bonus demografi jadi ingin lebih tau. Bonus demografi adalah bonus atau peluang yang dinikmati suatu negara sebagai dari akibat besarnya proporsi penduduk produktif ( usia 15 - 64 tahun ) dalam evolusi kependudukannya. Di Indonesia fenomena ini terjadi karena proses transisi demografi yang berkembang sejak beberapa tahun lalu dan dipercepat oleh keberhasilan negara kita dalam menurunkan tingkat fertilitas, meningkatkan kualitas kesehatan dan kesuksesan program program pembangunan sejak era orde baru hingga sekarang
.
Mengapa bonus demografi bisa jadi bencana?
Bonus demografi dapat menjadi bencana demografi jika SDM tidak memiliki kualitas baik yang di tandai dengan tingkat pendidikan dan ketrampilan yang rendah. Untuk itu, Indonesia perlu mempertimbangkan kebjakan guna mengoptimalkan perubahan struktur.
Apa yang harus dilakukan agar bonus demografi menguntungkan?
Melimpahnya penduduk usia kerja akan menguntungkan dari sisi pembangunan sehingga dapat memecu pertumbuhan ekonomi ke tigkat yang lebih tinggi. Impasnya adalah meningkatnya kesejaterahan masyarakat secara keseluruhan. Dalam hal ini pemerintah harus memperbaiki mutu modal manusia, mulai dari pendidikan, kesehatam, kemampuan komunikasi, serta penguasaan teknologi. Dengan memberikan keterampiln kepada tenaga kerja produktif sehingga pekerja tidak hanya bergantung kepada ketersidiaan lapangan pekerjaan itu sendiri. Selain itu pemerintah juga harus mampu menjaga ketersediaan lapangan pekerjaan, menjaga aset-aset negara agar tidak banyak dikuasai pihak asing yang pastinya akan merugikan dari sisi peluang pekerja. Bukan hanya pemerintah, masyarakat juga harus menjadi pendukung utama pembangunan mutu manusia dengan menyadari pentingnya arti pendidikan, kesehatan dan aspek-aspek yang dapat mengembangkan kualitas manusuia itu sendiri.
Sikap Indonesia menghadapi bonus demografi
Diperkirakan Indonesia mendapatkan bonus demografi pada tahun 2020-2030 dan mencapai puncaknya pada tahun 2030. Yang akan menjadi penduduk dengan usia prokdutif adalah remaja berumur belasan saat ini. Dalam menghadapi bonus demografi ini pemerintah menyediakan penambahan lapangan kerja untuk menghadapi bonus demografi. Pemerintah sudah melakukan antisipasi dengan mengadakan BLK atau Balai Latihan Kerja yang disediakan untuk menyiapkan SDM yang berkualitas dengan memperoleh pelatihan vokasi untuk meningkatkan kemampuan dan kompentensi. Pemesintah juga merencanakan pemerataan pendidikan dari tingkat dasar, menengah hingga pendidikan tinggi. Serta penyuluhan tentang kewirausahaan pun perlu dilakukan untuk membangun Indonesia yang lebih mandiri.

Comments
Post a Comment